Pilar-Pilar Penting Chrome OS

Dalam kerangka kerja Google untuk membangun Chrome OS terdapat dua teknologi baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya, yakni:
1. Native Client

    Teknologi ini memungkinkan web browser untuk menerima file binari yang bisa dieksekusi langsung oleh operating system. Jika selama ini aplikasi web terutama masih dikendalikan oleh Javascript, dan Javascript selalu lebih lambat daripada program binari seperti Microsoft Office, maka dengan teknologi terbaru ini, aplikasi web terbitan Google yakni Google Docs akan bisa dieksekusi secepat pesaingnya.
     Masalahnya, teknik ini harus sangat hati-hati untuk diterapkan karena membolehkan operating system  untuk mengeksekusi program berarti sama halnya dengan membuka peluang eksekusi program yang tidak dikehendaki alias virus dkk. Karena itu metode sandboxing menjadi pilihan pertama teknologi ini agar program yang dijalankan tetap terpisah dari sistem operasi klien.
2. O3D
    Teknologi kedua memungkinkan web browser mengakses kartu grafis di komputer klien agar aplikasi web bisa menampilkan grafis resolusi tinggi seperti halnya aplikasi desktop. Selama ini aplikasi web masih dibatasi mengakses kartu grafis melalui plugin seperti Adobe Flash plugin dll. Dengan teknologi O3D, maka dimungkinkan memainkan game kelas berat seperti 3D Arena dll langsung dari web browser.

Tujuannya sama yakni mengambil kekuatan komputasi komputer klien agar aplikasi web bisa berjalan lebih cepat dan setara dengan aplikasi desktop. Dengan mendaftarkannya sebagai patent, Google mengamankan teknologi ini dari klaim tertutup vendor lain. Dan membuat Chrome OS yang berstatus Open Source tetap Open Source.

Yang membuat berita ini layak masuk situs TeknologiTerbaru.com :
1. Teknologi Native Client dan O3D akan membuka terobosan di bidang Teknologi Informasi.
2. Program apapun bisa dimodifikasi untuk jalan di dalam browser anda. Sebagai contoh untuk program game Quake Arena hanya dibutuhkan waktu 2 hari untuk memodifikasi 100rb baris kode programnya agar bisa berjalan sebagai native client di browser manapun dan di operating system manapun.
3. Program Linux apapun bisa diporting ke native client yang memungkinkan program Linux bisa berjalan di Windows via web browser dan sebaliknya. 



sumber

0 komentar:

Poskan Komentar